"MASHA!" "ILY!" Saka merengkuh tubuh Ily yang tergeletak berlumuran darah dengan tangan gemetar. Wajahnya pucat pasih, matanya memerah, keringat bercucuran, tulang-belulang pada tubuhnya seakan hilang begitu saja melihat apa yang terjadi didepan matanya serta hati dan perasaanya hancur melihat keadaan Mashanya yang mengenaskan seperti sekarang. Saka memeluk tubuh Ily dan menangis diceruk leher Ily dengan tangis pecah tidak perduli darah merembes ketubuhnya. "Oh ti...dak!" Saka melepas pelukannya dan menghapus darah yang menutupi wajah Ily, "Masha bangun! Ini kak...kakak sayang. Bangun jangan buat kakak ta...kut!" Ucapnya dengan suara gemetar. Saka kembali memeluk Ily dengan erat. Melihat darah keluar dari kepala Ily membuat Saka semakin ketakutan. Takut jika Masha pergi meninggalkan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


