BAB 43 Marah

1251 Kata

Malam hari sekitar jam 10, Kinan baru saja pulang diantar oleh Dave. Baim tidak bisa ikut mengantarnya. Karena Baim sudah tidur. "Dave, thank's" ucap Kinan menatap Dave. "Aku antar kamu sampai atas" ucap Dave yang juga menatap Kinan. "Tidak perlu Dave. Kasihan Baim di rumah" ucap Kinan sambil menggeleng. Cup Dave mengecup kening Kinan. "Hati-hati. Kalau aku sudah sampai rumah, aku akan telepon" ucap Dave lembut. Kinan tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Belum sempat Kinan membuka pintu, Dave menarik tangan Kinan. Kinan menatap Dave. "I miss you" ucap Dave lembut. Kinan kembali menganggukan kepalanya dan tersenyum. Tapi bukan itu jawaban yang Dave mau. Dave langsung mendekatkan wajahnya kepada Kinan, Dave langsung menarik tengkuk Kinan dan meraih bibirnya. Dave mulai melumat bib

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN