"Chin, loe darimana ?" tanya Aqikah panik yang melihat Kinan baru pulang jam 11 malam. Kinan hanya diam dan jalan dengan menunduk, masih dengan kacamata hitamnya. Dia tahu pasti Aqikah dan Rere menunggunya sejak tadi. Biasanya mereka saat ini masih karaoke. "Ki, loe kenapa?" ucap Rere menghadang jalan Kinan. "Chin, kita temen baik loe. Masa loe gak anggap kita disini" ucap Aqikah yang langsung memeluk Kinan dari belakang. "Hiks..hiks..hiks" Kinan terisak. Rere yang tahu langsung membuka kacamata hitam di mata Kinan. Rere melemparnya ke sembarang arah. Dia langsung memeluk Kinan. "Ki, please. Jangan kayak gini. Kinan yang kita kenal itu Kinan yang kuat. Tidak cengeng seperti ini" ucap Rere yang masih memeluk Kinan. "Ma' hiks..hiks.. Apa gue tidak pantas dicintai? Hiks..hiks." ucap Kin

