*** Brayen benar-benar sudah tidak tahu harus bagaimana. Sejak kemarin, ia masih belum berhasil menemukan Aluna. Semenjak kepergian Aluna, semuanya menjadi kacau, kedua orang tua Aluna sangat marah besar, bahkan nyaris bertengkar dengan kedua orang tuanya. Beruntung tante Tari dan om Rendra mengerti keadaan tante Diana, hingga hanya berusaha memohon maaf atas kesalahan yang mungkin sudah dilakukan Brayen. Brayen mendesah resah, sekarang kemarahan mamahnya sudah semakin besar, ia haya bisa terdiam kutu di atas sofa. Sementara mamahnya sudah tidak mampu mengontrol emosi. "Kamu benar-benar sudah menguji kesabaran, mamah. Ternyata kamu memang benar-benar tidak butuh orangtuamu. Sekarang, pergilah. Jangan pernah datang ke rumah ini. Anggap, kami ini bukan orangtuamu." Brayen me

