LFU 29

1555 Kata

Terkadang, seseorang menjadi begitu berarti saat dia memutuskan untuk pergi. Kehadirannya yang dulu sering diabaikan, menjadi begitu penting setelah dia memutuskan untuk berhenti berjuang. Rere menggigit bibir, sesekali melihat layar ponselnya yang masih saja hening. Matanya mendongak, melihat jarum jam yang sudah menunjuk angka sepuluh. Lalu sambil menghela napas, ia mengamati pemandangan gelap di luar sana dari balik kaca jendela, yang tirainya sengaja ia buka. Rere segera mengambil ponselnya saat benda pipih itu berdenting. Tapi bahunya merosot dengan bibir mengerucut karena pesan yang masuk bukanlah dari seseorang yang ia tunggu. Rere kembali meletakkan ponselnya tanpa berniat membaca apalagi membalas pesan yang Mahesa kirim. Jangan salahkan Rere yang terkesan labil. Hati juga memil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN