LFU 16

1474 Kata

Suasana mencekam terlihat di salah satu lorong rumah sakit ternama di Jakarta itu. Raut wajah cemas begitu nampak di tiga wajah yang kini saling bergantian menghela napas. Mahesa sedari tadi duduk bersandar di tembok sembari memejamkan mata. Sesekali menoleh ke arah lampu IGD yang tidak juga menunjukkan bahwa tindakan di dalam sana sudah usai. Adrian duduk di kursi, sesekali menoleh ke arah sang mama yang duduk di sampingnya. Ia terus memegang jemari ibunya untuk memberi kekuatan. Memberi isyarat lewat usapan lembut, jika semuanya akan baik-baik saja. Mahesa menghela napas, lalu berdiri. Adrian yang melihat pergerakan resah dari abangnya tidak berkomentar. Ia tahu kenapa Mahesa terlihat lebih resah. Karena niatnya untuk memperkenalkan Rere sebagai gadis yang ia cintai, gagal. Yah, sepu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN