21 MPH

1113 Kata

Meisya sekarang tidak lagi pergi ke kantor Bara, alasannya karena dia percaya dengan Queen. Ia pun sudah sepakat dengan Queen, jika ada wanita yang mengganggunya di kantor maka Queen akan memberitahukannya. "Huh membosankan," keluh Meisya yang hanya duduk berdiam diri dikamarnya. Saat di kantor Bara pun ia juga mati kebosanan, tapi setidaknya ia masih bisa berbicara dan bercanda dengan suaminya. Disaat wanita itu ingin fokus kembali ke layar ponselnya, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dengan lebar. Ckelek Masuklah seorang gadis yang menghampiri Meisya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. "Kak hiks ... Kak dia jahat," ujar gadis itu tersedat-sedat karena tangisnya. "Ada apa Ra?" tanya Meisya cemas dan langsung memeluk tubuh adik iparnya itu dengan begitu erat. "Di-dia mau ng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN