Di tengah Malam Meisya terbangun karena perutnya yang kembali merasakan sakit. "Shhh," ringis Meisya sambil berusaha untuk duduk diatas kasur. Ia menatap kearah Bara yang sedang tertidur pulas dengan membelakangi nya. "Kamu kangen sama Papa ya?" tanya Meisya sambil mengelus perutnya, entah kenapa ia ingin perutnya diusap oleh suaminya. "Tapi Papa kamu lagi tidur nanti dia mar-- awssh," Lagi-lagi Meisya meringis saat perutnya sakit. "Kamu Marah ya sama Mama, yau dah deh Mama usahain. Doain Mama biar Papa kamu nggak Marah," gumam Meisya. Meisya berusaha membalikan badan Bara secara perlahan agar menghadap kearah nya. Beberapa kali Meisya berusaha, tapi Bara tetap tidak mau berbalik badan. "Huh berat banget sih Papa kamu," keluh Meisya. Ia pun menyerah dan ingin kembali tertidur, nam

