Alkohol (BRAYEN POV)

1603 Kata

Sungguh kalimat Papa benar-benar membuatku terusik. Pikiran-pikiran gila itu terus bermunculan di otak. Apalagi saat ini, kami sedang menikmati semilir angin di halaman depan. Sembari sesekali berbincang hal-hal kecil, karena kurasa cara seperti inilah yang mendekatkan ku pada Kamelia. Berdekatan dengan gadis ini membuatku selalu ingin menerkamnya. Tapi mencoba untuk menahan dan menyetabilkan pikirkan. "Apa kau senang bertemu dengan orang tuaku Kamelia?" Gadis itu mengangguk, laku tersenyum tipis. "Aku tidak menyangka jika Mama ternyata juga menyukai bunga, kenapa Mr. tak pernah mengatakannya padaku?" protesnya yang kuhadiahi cengiran. Bahkan aku tidak tahu jika Mama juga salah satu pengoleksi bunga seperti menantunya. "Aku sebenarnya tidak tahu pasti, bahwa Mama menyukai bunga. Me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN