Mulai berani (KAMELIA POV)

1353 Kata

Pria itu sangat berani, dengan santainya menciumku diantara para dayang-dayang. Merasa tak terbiasa dan berahkir menahan malu dengan sikapnya. Meskipun ini rumahnya tetap saja hal seperti itu tak biasa bagiku. Seperti saat ini, lelaki yang menjadi suamiku itu terus mengamati aku yang sedang memanggang sosis, merasa tak bebas dan memilih menegerunya. "Mr. apa tidak ada kegiatan lain?" Dia terkesiap lalu tersenyum. "Tidak ada, apa salah memandangi istri yang sedang memasak?" Memutar bola mata jengah. Pria itu terlalu berlebihan. "Tidak salah, tapi aku merasa tidak leluasa." "Hal seperti itu saja membuatmu malu? Sebenarnya hidupmu itu dipenuhi dengan rasa malu ya?" "Mr. saja yang tidak punya rasa malu." Pria itu justru melotot tak terima dan mendekat kearahku. "Coba ulangi lagi?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN