Bara di Rumah Afwan

1575 Kata

"Bagaima Bu Ajeng, ikut gak?" Jeng Neti menatap Mama dengan pandangan menyelidik raut muka Mama yang redup dan tak secerah biasanya. Dia juga menangkap perempuan yang selama ini selalu modis dan trendi datang ke tempatnya naik taxi online. Padahal biasanya Mama naik Mercy Clasic merah kesayangannya. "Bulan depan kita ngadain arisannya di daerah Puncak Cianjur, Bu Ajeng. Kita konvoi dari sini, bawa mobil masing-masing." Konvoi? Bawa mobil sendiri? Mama tercenung. Teringat mobil mewahnya yang sudah diambil Aini beberapa waktu lalu. "Kok malah bengong Bu Ajeng? biasanya you paling semangat," sela Bu Mince anggota kelompok arisan sosialita Mama. Wajah tuanya tampak samar terhalang dengan bedak mahal dan maskara tebal. "Bu Ajeng biasanya paling heboh. Ayolah Bu Ajeng, kita mau sedikit m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN