Pembalasan Si Upik Abu

1820 Kata

Afwan meraih tubuh mungil Bella yang menggeliat pelan. Membawanya ke luar ruangan fitting untuk mencari udara yang lebih segar. Afwan masih menimang Bella saat Aini dan dokter Fadhil menemuinya. "Selamat ya, Mas. Bayi kamu cantik sekali," puji Aini menatap Bella dengan mimik gemas. "Hidupmu sempurna, Mas. Aku ikut bahagia, dengan kehadiran Bella, cintamu semakin kokoh dengan Mirna," lanjut Aini membuat paras Afwan samar terlihat murung. Apa Aini tidak tahu yang sebenarnya terjadi antara aku dan Mirna? Apa Aini juga tidak faham kalau Bella bukan darah dagingnku? Afwan tak bermaksud menjawab, dia hanya menghela nafas yang mendadak terasa berat. "Aini kapan kalian menikah?" Afwan mengalihkan topik pembicaraan. Meski jujur bertanya tentang kapan Aini menikah juga sangat menyakitkan. "In

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN