Hari yang ditunggu-tunggu oleh Yara dan juga Reiner akhirnya tiba. Meski tidak ada kabar, akan tetapi acara lamaran itu tetap dilaksanakan. “Ma. Mama yakin, Reiner sama orang tuanya bakalan ke sini? Kok nggak ada kabar sih, Ma?” Yara tampak gusar dengan hati yang tidak tenang karena tidak ada kabar dari Reiner. “Datang atuh, Sayang. Mereka on the way ke sini. Sengaja nggak kasih kamu kabar biar galau.” Yara lantas mengerucutkan bibirnya. “Mama tuh, yaa! Pasti suruh Mama, kan?” Rini hanya menerbitkan cengiran kemudian mengusapi sisian wajah Ayunui. “Sudah cantik, jangan marah-marah. Nanti cantiknya hilang, kalau kebanyakan marah-marah.” Yara menghela napas kasar lalu melirik pada mamanya itu. Kemudian menatap wajahnya di pantulan cermin yang ada di hadapannya. Lima belas menit kemudia

