Aku ingin Memperbaiki Semuanya

955 Kata

Melinda terkekeh pelan melihat ekspresi Reiner yang baru mengetahui hal yang belum ia ketahui selama ini. Ia kemudian mengusap air mata di sudut matanya dan menghela napasnya dengan pelan. “Jihan memang anak yang unik, aneh dan lucu. Bisa-bisanya dia hal random yang bukannya buat Mama marah, malah pengen ketawa.” Reiner meringis pelan sembari mengusapi leher belakangnya. “Begitu ya, Ma?” “Iya. Ya sudahlah, nanti juga kamu tahu semuanya. Mama mau arisan. Sudah telat sepuluh menit ini kayaknya. Kamu baik-baik ya, Nak. Kalau ada apa-apa kabari Mama.” “Iya, Ma. Sering-sering tengok Shabila.” “Pasti!” Melinda kemudian menepuk lengan lelaki itu dan pergi dari rumah tersebut. Reiner kemudian menghela napasnya dengan panjang dan menoleh pada ponselnya di atas meja yang sedari tadi berdering

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN