“Ada apa ini?” Reiner mengatur napasnya yang terengah-engah karena berlari dari lantai tiga ke lantai dua. “Selamat malam, Bu Shita.” Reiner menoleh pada dua orang berseragam polisi menghampiri mereka di sana. “Ini, Pak. Tangkap wanita gatal ini! Dia sudah membunuh calon cucu saya dan sekarang kondisi anak saya kritis.” Yara menggelengkan kepalanya memohon kepada Shita agar jangan melaporkan dia ke polisi. “Tante! Tante, aku mohon jangan lakukan ini. Aku nggak sengaja dan yang mulai duluan itu Lily, bukan aku!” pekik Yara mulai geram. Ancaman Shita tidak main-main. Aparat kepolisian telah tiba di sana dan ternyata Shita sudah menghubunginya sejak tahu dari Tristan Lily mengalami pendarahan. “Yara. Ada apa ini? Kamu kenapa, huh?” Reiner mengusap wajah Yara yang terlihat panik karena

