Seperti sedang Merencanakan Sesuatu

1037 Kata

“Aku tahan dia untuk manggil kamu itu karena aku masih belum tahu jawaban kamu. Dan juga, kamu masih menjadi istri orang. Aku hanya tidak ingin memberi harapan palsu pada Shabila. Dia pasti akan marah dan sedih andai nanti kamu ternyata tidak bisa jadi mamanya.” Reiner menjelaskan kepada Yara mengapa dia baru mengizinkan Shabila memanggilnya dengan sebutan mama. “Oh gitu. Aku pikir karena kamu belum bisa lepas mamanya Shabila.” Reiner lantas menatap datar wajah Yara. “Kamu masih marah soal wallpaper itu?” Yara menggelengkan kepalanya. “Nggak. Semua orang punya kenangannya masing-masing. Nggak ada kerjaan juga cemburu sama orang yang udah nggak ada. Apaan yang mau dicemburui? Kuburannya?” Reiner tersenyum miring mendengar ucapan Yara. “Sudah sore. Kamu nggak mau mandi? Udah seminggu in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN