“Aku tahu kamu bukan orang bodoh yang harus mencerna ucapanku berkali-kali!” Suara dari penelepon ini telah menggunakan pengubah. Sehingga Dwipa Mulya tak bisa mengetahui siapa orang yang menghubunginya. Namun kini ia sedang meminta bantuan anak buahnya untuk mengetahui lokasi dan nama pemilik nomor tersebut. “Meskipun aku mengerti, tapi tidak ada kewajiban bagiku untuk mengikuti ucapanmu! Jadi jangan pernah coba-coba mengancamku!” Nada tegas dari suara serak milik pria beruban itu pun tak kalah seramnya. Dia benar-benar marah pada sang penelepon yang sudah dua kali menghubunginya, bukan hanya merasa terganggu. Namun ini menurunkan harga dirinya sebagai seorang mantan mafia. “Kau lihat saja, jika kau tak mau menuruti ucapanku maka cucu kesayanganmu dan dirimu sendiri yang terluka. Aku se

