“Ndro! Bisa kau cetak ulang dokumen ini.” Rudi menyodorkan dokumen ke tepi meja. “Maksudmu, kau mau aku gandakan dokumennya?” Pria tampan itu mendengar suara perempuan yang menimpalinya. “Ah, Mei. Ya, maksudku. Tolong cetak ulang. Ah, tidak! Biar aku saja yang mencetaknya.” Ekspresi Rudi terlihat kecewa. Meisya melihat sang suami yang pergi menuju ke tempat para karyawannya mencetak dokumen. Namun yang ada, hal itu justru menciptakan keheningan di ruangan tersebut. Selain itu, Meisya menangkap jika Rudi seakan tak rela kehilangan Andromeda. “Pak, ada yang bisa saya bantu?” tawar salah seorang karyawan yang kebetulan juga berada di ruangan dekat mesin foto kopi. “Terima kasih, aku bisa melakukannya sendiri.” Tak biasanya Rudi menolak tawaran karyawannya dan melakukan pekerjaan itu se

