235. Interogasi dan Periksa CCTV

1037 Kata

“Mas Pur!” teriak Rudi begitu ia datang ke rumahnya. “Mas Pur!” Berulang kali ia memanggil, namun tak ada sahutan. “Iya, Ketua!” Dari jauh terdengar suara dengan logat medok Jawa berteriak menimpali. Lalu ada sebuah langkah berlari mendekat untuk menemuinya. “Maaf, Ketua. Saya pikir Anda belum tiba. Saya ... belum mempersiapkan makanannya,” ucap Mas Pur dengan gugup. Tato Naga yang melilit pedang di lengannya itu tak ada arti bila pria itu harus berhadapan langsung dengan sang Ketua. Ternyata, gemetar di lutut itu tidak dirasakan sendiri oleh Mas Pur. Ada Pak Dito, Pak Suryo dan keempat satpam lain yang sudah berdiri dengan kepala menunduk terlebih dahulu. Dia ragu untuk melangkah, namun tatapan ketuanya itu seakan penuh ancaman yang berkata bila dirinya tak segera mendekat, maka leher

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN