233. Kembali Ke Mansion Bersama Raden

1171 Kata

“Jadi ... kau sudah mendapat persetujuan dari Meisya?” Suara di seberang telepon bertanya demikian. Padahal ketika Rudi melakukan panggilan pada sang ayah mertua, ia tengah berada di samping istrinya yang ikut mendengarkan panggilan tersebut. Mereka sedang berada dalam perjalanan untuk menuju ke rumah Dwipa Mulya. Rudi agak melirik pada Meisya. “I ... iya, Ayah. Dia sudah tahu semuanya,” jawab Rudi yang mendapat lirikan tajam dari sang istri. “Aku kali ini sedang berada dalam perjalanan membawa berlian tersebut ayah. Ada Meisya dan Raden juga ikut. Bolehkah mereka bermain di mansionmu?” “Khekhekhekhe.” Suara tawa yang khas itu terdengar. Sensasi serak yang selalu membuat Raden begitu antusias mendengar suara tersebut. “Kakek aku akan ke sana?” teriak Raden dari jok belakang. Suara ser

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN