“Ada yang mencarimu di ruang tamu. Sepertinya, mereka adalah orang-orang interpol yang kamu maksud.” Meisya menghampiri Rudi yang masih berada di balkon. Rasanya enggan bagi Rudi untuk menghampiri, apalagi jika sampai keluarganya tahu mengenai urusan tentang berlian hitam. “Dari mana kamu tahu jika mereka adalah interpol. Apa mereka mengatakannya?” Meisya menggeleng. “Aku hanya menerka, mereka tidak mengatakan apa pun. Pakaian mereka juga sangat kasual. Bahkan Mama Ariska sempat mengira jika mereka adalah teman-teman lamamu yang berasal dari luar negeri.” Bukannya menghampiri, Rudi malah duduk lagi. “Minta mereka menemuiku di sini.” Rudi berbicara pada pengawalnya melalui interkom yang ia kenakan. “Aku harap kau tidak terlibat lebih jauh lagi, Rud.” Meisya pun beranjak dari tempatnya

