Violet akhirnya bangun dari tidur, mata itu mengerjap pelan, tapi entah kenapa perutnya terasa berat, tapi dia memegang kepalanya yang masih terasa pusing. “Duh … kepalaku sakit banget.” gumamnya dengan suara yang masih serak. Detik berikutnya, dia lalu memegang perut yang terasa ada beban sejak tadi. ‘Sebentar …’ Ucapnya dalam hati sambil memegang benda yang besar seperti tangan seseorang, ‘apa ini?’ dia berusaha berpikir keras karena setengah kesadarannya masih belum pulih. Suara dengkuran halus disamping telinganya memaksanya untuk memutar kepalanya ke sumber suara itu. ‘Nevan? Kenapa dia? Kenapa bisa ada Nevan disini?’ Violet sebenarnya ingin bangkit segera dari tidurnya, tapi sayang badannya yang masih terasa sangat sakit itu membuatnya kesusahan. Otaknya berpikir cepat lalu memb

