Dengan cahaya lampu yang terlihat tamaram , Dalam rangkulan tangan memeluk seorang yang kini menjadi hal yang berharga dalam kehidupan ying jie. Ke egoisan nya yang pernah menjadikan yu yan sebagai pelampiasan nya semata , kini bisa meruntuhkan tembok kokoh yang pada diri ying jie. Mungkin tidak semudah membalikkan telapak tangan jika ying jie ingin melupakan tongli. Namun , Keberadaan yu yan di samping nya mampu memotivasinya untuk berusaha menghilangkan segala yang tidak harus ia ingat dan fikirkan. Ying jie mencoba menjadikan yu yan sebagai hal berharga dalam hidupnya. Untuk selamanya. | ♡´・ᴗ・`♡ | Kring.... kring... kring.... Suara bel berbunyi , dan membuyarkan kegiatan tidur ying jie dan yu yan. Seakan tak ingin melepaskan yu yan yang ingin membuka pintu , ying jie masih

