pov ( ayhan dan tongli) Genggaman tangan yang entah di sengaja ataupun tidak di rasakan tongli saat ini , ketika ayhan yang melangkah kan kakinya menbawa tongli pergi dari rumah nya yang ia rasa seperti neraka. ayhan membuka pintu mobil untuk tongli lalu mempersilahkannya masuk. Dan kemudian ayhan menyusul duduk di samping tongli. Senyum tongli di bibir tongli seakan tak ingin berpaling pergi dari tempat nya , hingga membuat ayhan merasa penasaran dengan apa yang sedang tongli pikirkan. “ mau kemana kita? “ Tanya ayhan dengan menatap tongli , namun tongli yang masih termenung dengan senyum yang mengembang sama sekali tidak bergeming saat ayhan bertanya kepada nya. “ tongli. “ Kata ayhan sambil mengoyakkan badan tongli hingga membuat nya tersadar dari renungan nya. “ iya , kenapa

