40 Alya's Hope

2141 Kata

Kutundukkan kepala. Kenapa ini baru Mas Wildan lakukan sekarang? Kala hati sudah kugiring menimbun semua kisah kami. Dikiranya mudah mengendapkan tujuh tahun waktu bersamanya. “Al, kamu enggak tidur, ‘kan?” panggilnya. Aku memang diam, tetapi terjaga. Bahkan mataku mulai berkaca-kaca. “Sebenarnya aku sudah ngantuk, Mas. Tapi denger kamu bicara gitu ngantukku langsung ilang,” sahutku sambil menahan isakan. “Jadi gimana?” tegasnya. “Kamu tahu enggak Mas?” Aku berhenti sejenak. Air mataku akhirnya tumpah. Lalu kukuatkan lagi untuk bicara. “Sejak masalah ini terkuak, aku terus berpikir. Mencari solusi terbaik yang bisa diambil. Di awal-awal egoku memang mendominasi. Aku harus memenangkanmu. Aku enggak boleh kalah sama Nely.” Kusandarkan kepala ke tembok sambil sedikit mengangkat dagu. Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN