43 Tawaran Akmal

2372 Kata

“Berapa biaya nyewa pengacara itu, Al?” tanya Mbak Cahya. Kami dalam perjalanan pulang sidang terakhir. “Gratis, Mbak,” jawabku. Aku masih menata hatiku dengan status baru yang kini kusandang, janda. “Mana ada zaman sekarang pengacara gratis. Kamu nggak guyon, ‘kan?” Mbak Cahya tak percaya jika Coach Akmal tak mau dibayar. “Alya serius, Mbak. Awalnya Alya juga ndak percaya. Tapi memang begitu orangnya. Dia itu mendedikasikan keahliannya buat bantu orang-orang yang terkena masalah hukum. Kalo nanganin kasus perceraian memang baru kali ini, biasanya masalah pidana.” Pandanganku mengarah ke jendela mobil. Rumah, bangunan, dan pohon itu seperti berlari mengejarku. Padahal mobil ini yang bergerak. Aku jadi ingat pelajaran saat SMA, ini yang disebut gerak semu benda. Benda yang sebenarnya d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN