"Starly ayo!" ajak Chio yang sudah menungguku di batuan kecil pijakannya. Menghela napas aku berjalan ke tempat Chio berada. Bukankah ini yang ku mau? tapi kenapa rasanya sangat berat? "Sebelum sampai ke tempat ini apa kau lihat di sana ada pepohonan kering?" tanya Chio membuatku tersentak dari lamunan. Kami sudah agak jauh dari gua tempat kami beristirahat dan sejak tadi aku hanya memikirkan tatapan Ryan padaku. Entah sudah berapa kali helaan napas yang keluar dari moncong ku dan rasanya masih begitu ganjil. Walaupun aku sadar sejak awal betina yang Ryan inginkan adalah Hyeni namun aku masih ingin Ryan memilih ku. "Pohon kering?" "Sudah ingat?" Aku menerawang, mencoba mengingat tempat yang kami lalui selama berpindah dari gua pertama. Jalur yang kami ambil yaitu jalan tempat kami men

