30. IGD

1139 Kata

Bulan madu yang seharusnya indah bagi pengantin baru lain, nyatanya tidak untuk Ajeng. Suaminya yang hidung belang dan nafsuan itu seakan tidak pernah merasa puas. Sepanjang malam Ajeng digempur habis-habisan, tanpa peduli rasa sakit yang dia alami. Pagi ini, Abi mencoba membangunkan Ajeng, mengajak Ajeng sarapan di restoran hotel menggunakan voucher yang kemarin diberikan oleh petugas hotel. “Jeng, bangun, Jeng, ini udah jam 9 lewat lho. Kita dapet sarapan kan di hotel ini? Ayo buruan bangun, mandi, ntar keabisan lagi.” Ajeng mengernyirkan kening, menahan pusing yang membuat kepalanya seperti berputar-putar. “Mas pergi aja sendiri, aku belum kuat bangun.” “Ya elah, gitu doang kamu udah tumbang, Jeng.” Abi bangkit, meraih handuk dan berjalan ke kamar mandi. Pukul 10.30 WIB, Abi keluar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN