TKS - 48

1544 Kata

Kudapan hangat yang terasa familier. Seperti baru saja muncul dari oven untuk disantap. Pandora membuka mata. Menyesusaikan penglihatannya dengan seluruh area kamar lalu mendesah lelah. "Kau sudah bangun." Kepalanya beralih. Menatap sang suami yang duduk tanpa atasan di tepi ranjang. "Kau terjaga semalaman?" "Aku tidur. Dan bangun lebih pagi darimu." Alaric mengambil napas, melirik istrinya yang masih bermalas-malasan di ranjang. "Dimitri menghubungi pagi ini. Dia meminta kita berdua datang. Ada beberapa hal yang perlu dia bicarakan padamu." "Tentang?" "Kau akan tahu nanti," ucapnya. "Oh, kau tidak mau memberitahuku?" "Ini demi kebaikanmu sendiri. Aku tetap akan merahasiakannya," kata Alaric bersikeras. "Aku setuju dengannya. Kita akan bertemu, lalu kembali pulang." "Tidak bisakah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN