"Kau sudah tidak waras. Lepaskan dia! Sadar, Alaric. Dia kakakmu!" Laura meraung dan para pengawal bersiap untuk menarik pangeran bungsu itu menjauh. Alaric dengan tenang mundur, melepas tangannya saat Dimitri bergerak untuk berdiri. Menilai situasi dengan kepala dingin dan hasilnya nihil. Semuanya terasa kelam dan mencekam. "Aku punya beberapa alasan yang tidak kau tahu," ujar Dimitri tanpa berpaling dari mata sang adik. Tentu saja, fakta itu membuat satu ruangan membeku. Sama halnya dengan Laura, sang istri. Sementara Pandora bersikap tenang, seolah tidak lagi terkejut. "Aku tidak pernah mendengar kau tertarik dengan takhta karena kau akan mendapatkannya." Alaric menukas dingin. "Apa dengan melakukan tindakan tersebut kau bisa menyelesaikan semua masalah?" "Kau tidak tahu," suara yan

