Episode sebelumnya .... “Mengikuti di belakang dengan setia, menjadi pahlawan kala tuannya terancam, menggonggong saat meminta makan, bukankah itu tingkah laku anjing? Waaah, aku bahkan sampai sulit membedakan.” Rio terkekeh puas melihat wajah Lintang yang merah padam. Ia berhasil memprovokasi ego laki-laki itu. Lintang semakin mengencangkan cengkeramannya sampai Rio kesulitan bernafas. “Aku akan membunuhmu hari ini,” bisik Lintang lalu menghempaskan Rio hingga terhuyung ke belakang. Rio terkekeh, ia mnegusap leher bekas cengkeraman Lintang lalu menatap Dea tajam. “Katakan di mana anak-anakku sebelum aku habis kesabaran, Dea!” “Apa kau tidak mau melihat istrimu dulu? Setidaknya ucapkan perpisahan.” Dea mendekat, menyodorkan ponselnya dan memutar video yang membuat Rio semakin marah. “

