Episode sebelumnya .... “Gue Alvian, dan sepertinya kita akan bertemu lagi suatu hari nanti.” Ify menoleh dan memandang pemuda di sebelahnya, yang mengaku bernama Alvian ini dengan aneh. “Gue Ify,” sahut Ify yang memilih untuk langsung menyebutkan namanya saja, karena kalau dilihat pemuda ini tidak akan menyerah bertanya padanya sebelum ia menjawab. “Oke, Ify! Cuci saputangan itu dengan bersih karena gue akan kembali buat ambil saputangannya,” Pemuda itu bangkit dari duduknya, “dan satu lagi, saat nanti kita ketemu, gue harap lo bukan gadis cengeng kaya sekarang.” Ify mendengus sebal melihat pemuda itu perlahan menjauh sambil melambaikan tangannya. “Jalan mundur terus, kalau jatuh pasti lucu,” gumam Ify. GDUBRAKKK! Baru saja Ify selesai bicara, Alvian terjengkang dengan posisi yang

