Episode sebelumnya ... “Silakan masuk, Tuan Puteri!” Ify terperangah. Di depannya kini sudah ada Alvian dengan mobil sport hitam miliknya yang mengilat. Laki-laki itu juga tampak rapi dengan kemeja putih dibalut dengan tuxedo hitam dan dasi kupu-kupu di lehernya. “Kok, gue berasa mau kawin, ya?” celetuk Ify yang membuat Sivia gemas dan segera mendorong gadis itu untuk masuk, disusul olehnya dan terakhir Alvian yang duduk di belakang kemudi. Sepanjang perjalanan, tak terhitung berapa kali Ify bertanya, tapi Alvian dan Sivia seperti sepakat untuk bungkam. Alvian yang fokus menyetir, dan Sivia yang sibuk dengan ponselnya. Karena sebal tak juga mendapat jawaban dan juga bosan, lama kelamaan Ify mengantuk. Apalagi semalaman ia tak bisa tidur karena sibuk memikirkan alasan kenapa Rio mendiamk

