CTS~39

1181 Kata

Episode sebelumnya .... “Bagaimana Tuan Rio? Siapa yang akan kau selamatkan? Anakmu ... atau ... istrimu?” Dea mengakhiri video call itu dengan tawa yang sangat puas melihat wajah Rio yang pias. Tidak sia-sia kesabarannya menyusun  balas dendam selama ini. Melihat Rio yang dulu begitu congkak dan terkesan tak takut apapun kini wajahnya menjadi pusat pasi. “Segera kabari aku karena aku hanya bisa memberikan kamu satu alamat. Kau tahu bukan semakin lama kamu berpikir akan membuat lilin yang ada di ruangan istrimu semakin habis dan booommm ....! Kau tahu apa yang selanjutnya terjadi,” ucap Dea sebelum video call benar-benar mati. **** Ruang tamu itu hening dan mencekam. Hanya terdengar suara keyboard dimana Alvin mencoba melacak lokasi dari nomor ponsel yang baru saja digunakan Dea unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN