Berdiri di ambang pintu rumahnya, Rendra memperhatikan rumah sang kekasih yang kali ini terlihat lebih ramai dari biasanya. Namun dia masih merasa belum waktunya untuk bergabung. Dia sebaiknya menunggu sampai mungkin ada Mia keluar atau bagaimana. Entah apa yang menahan langkah kakinya, tapi dia pikir, jika dirinya tak boleh mengganggu perbincangan tersebut. Di tengah dilema tersebut, tiba-tiba Rendra melihat seorang pria keluar dari rumah Mia. “Kayaknya itu papa kandung Mia yang namanya Om Reino.” Rendra mengusap-usap dagunya melihat pria itu pergi dan keluar dari rumah keluarga Herman. “Rei, kok kamu buru-buru. Mbakmu sudah menyiapkan makanan, kamu makan dulu lah, Rei,” ujar Herman yang tampak sedang mengejar pria tersebut ke ambang pintu. Tak ada Mia yang muncul ke pelataran rumahny

