Bahagia di Jalan Masing-masing Alvin memundurkan waktu kepulangannya kembali ke Semarang. Rencana awalnya hanya tiga hari, kemudian menjadi seminggu. Ia ingin melepaskan rindunya dulu kepada Amanda dan Alan. Alvin juga ingin mengantarkan Alan ke sekolah seperti keinginan anaknya itu. Saat hari pertama ia mengantarkan Alan ke sekolah, ayah dan anak yang sama-sama tampan itu menjadi pusat perhatian bagi wali murid yang juga sedang mengantarkan anak-anak mereka. Alan dengan tersenyum bangga menggandeng tangan papanya saat berjalan dari parkiran ke pintu gerbang masuk sekolah. “Nanti pulang sekolah papa jemput lagi, ya?” Alan mengingatkan papanya, saat ia akan masuk ke dalam kelasnya. “Siap, Bos!” Alvin memberi hormat. Alan tertawa gembira melihat tingkah lucu papanya. Selama seminggu,

