Kepergian dokter tadi membuat Ashvin dan Lily sama-sama terdiam. Mereka belum saling merespon setelah apa yang mereka kira di dalam hati. Hingga Ashvin mendekat, ia menatap wajah Lily dari arah tempatnya berdiri di pinggir ranjang. Lily juga menaikkan pandangannya, menatap Ashvin dengan mata yang berembun basah. "Mungkinkah?" ucap Ashvin. Lily memasang wajah sedih. "Aku tidak, tau .... Bisa iya, bisa tidak ...." Ashvin langsung duduk di pinggir ranjang, memeluk tubuh Istrinya. "Tidak, apa .... Kita coba periksakan dulu, ya?" Lily meremas kedua tangannya. Karena jujur, ia takut membuat harapan palsu untuk Ashvin. Pria itu seperti sudah berharap akan hal itu, namun belum pasti juga. "Kepalamu masih pusing?" tanya Ashvin. "Masih, sedikit ...." Mendengar jawaban Lily, Ashvin mem

