Rafael

3979 Kata

"Gimana? Apa Mila mengangkat telponnya?" tanya Rani pada putranya, Juanda. Juanda menggelengkan kepalanya. Boro-boro mengangkat, ponselnya pun tak bisa dihubungi. "Ponselnya saja tidak aktif, Mi." Juanda menghampiri ibunya yang sedang mondar-mandir karena khawatir. "Sudahlah, Mi. Jangan khawatir! Kakek pasti baik-baik saja." "Mami hanya ingin Mila pulang. Lihat kakek! Mami tak ingin Mila menyesal nantinya. Mami takut ... adikmu gak bisa ketemu kakek lagi." "Mbak kok ngarepnya begitu, sih? Katanya menantu idaman." Seseorang menginterupsi obrolan Juanda dan sang ibu. Air muka Juanda menjadi keruh. Dia tak suka pada wanita yang tak beda usianya dengan ibunya. Tantenya. Ranti. Ibu dari Safira. Istri dari adik ayahnya. "Bu-bukan begitu, Dek! Maksud Mbak---" “Sudahlah, Mi. Hanya orang ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN