Langkah yang keliru

3620 Kata

Fakhri berjalan dengan langkah terburu menuju rumah yang diberikan ayahnya pada Arfan. Dia yang tadinya bermaksud akan menemui Arfan sehabis sholat Isya, terpaksa harus tertunda dulu. Karna sang ayah meminta waktu untuk mendiskusikan sesuatu dengannya. Akhirnya dia telat satu jam dari waktu yang dijanjikannya pada Arfan. Fakhri mengetuk pintu, terdengar suara langkah kaki dari dalam. Pintu terbuka menampilkan sosok Arfan dengan senyumannya. Arfan mempersilakan masuk dan Fakhri masuk setelah membaca salam. "Silakan duduk, Gus! Mau dibuatkan minuman apa?" "Tidak usah, duduk saja!" ucap Fakhri singkat. Arfan mengangguk, lalu duduk di samping Fakhri. "Ekhem ... maaf, atas keterlambatanku! Tadi abi memintaku waktu untuk mendiskusikan sesuatu dulu." "Tidak apa, Gus." "Langsung saja!" Fa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN