44. Gemuruh

1411 Kata

**** Saat ini suasana tidaklah bagus untuk bertemu dengan Deya, sekarang Dhante tahu kenapa gadisnya terlihat begitu tertekan saat terakhir kali ia membuat sambungan telepon. Desakan dari sang nenek membuat perasaan Deya maupun Dhante kacau balau. Intinya, mereka dipaksa keadaan untuk saling berpisah satu sama lain. Karena sebuah kesalahan dan nafsu yang membara, Dhante lupa jika ia telah membuat lubang yang besar pada masa depannya. Dhante tidak bisa memilih antara menikahi Davia atau tetap tinggal dengan Deya. Walaupun dari segi mental, Deya adalah gadis yang kuat namun gadis itu juga dirugikan oleh Dhante. Mengendarai mobilnya menuju ke Davinci Caffe, Dhante masih memiliki sedikit waktu sebelum kembali terbang ke Singapura untuk melanjutkan bisnisnya. Tulang-tulang Dhante seakan mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN