Lili menggeliat pelan. Rasanya tubuhnya begitu nyaman dan hangat berada diatas tempat tidur. Tangan Lili masih terangkat bebas sampai tanpa sengaja ia menyentuh sesuatu. Matanya yang terpejam kini mengharuskan Lili untuk membuka matanya. Ia melihat sosok yang semalam menghiasi mimpinya kini justru ada dihadapannya. Tertidur pulas dengan wajah tersenyum manis. Tangannya yang berat melingkar dipinggang ramping Lili membuat Lili tak bisa bergerak bebas. Belum lagi beratnya lengan itu bahkan membuat Lili sedikit kesulitan untuk bernapas. Pantas saja Lili merasa begitu hangat dan nyaman kali ini. Ternyata ada sosok lain yang mengisi sisi kosong tempat tidurnya. Disentuhnya pipi sosok yang ada dihadapannya itu dan menelusuri wajah tampan lelaki itu dengan jari telunjuknya. Ini bukan ilusi, bu

