Rafael menyunggingkan senyum lemahnya “aku senang bisa melihatmu lagi,” ungkapnya. “Ha-hai,” sapa Aleah canggung. Rafael lalu melirik ke arah Nara “tolong tinggalkan kami, mama, aku ingin bicara dengan Aleah,” pintanya. Nara lalu mengangguk kemudian pergi meninggalkan mereka berdua. Selepas Nara pergi Aleah pun duduk di samping Rafael. Ia menyunggingkan senyum yang diselimuti dengan kesedihan. “Kalau boleh aku berkata jujur, aku sedih saat melihatmu berada di tempat ini,” ungkap Aleah. “Aku senang mendengarnya, itu tandanya kau peduli padaku,” kata Rafael. “Kenapa aku tidak peduli padamu, kita kan teman,” jawab Aleah. Rafael tersenyum pilu “aku baru menyadari sesuatu, Aleah,” katanya. “Apa itu?” tanya Aleah. “Selama ini aku tidak pernah mencintaimu, tidak bahkan sedikit pun,” ungk

