Nara berteriak histeris ketika melihat suaminya memenangkan pertandingan. Ia berlari menghambur pada Nathan dengan sorak-sorainya. “Suamiku, kau memang hebat!” seru Nara. “Oh, astaga, tidak kusangka pembalap hebat sepertiku bisa langsung kalah oleh pak tua ini,” keluh Nathan setelah sampai di garis finish. Nathan tertawa “jangan remehkan kekuatan orang tua sepertiku, wahai anak muda, aku sudah banyak makan garam, kalau hanya balapan begini saja itu sangat mudah untukku,” katanya dengan bangga. “Sepertinya mulai sekarang aku harus berguru pada papa karena papa jauh lebih hebat dariku,” goda Lucas. “Tentu saja!” seru Nathan sambil menentengkan tangan memamerkan betapa hebat dirinya. “Oh, iya, Lucas, mulai hari ini pulanglah ke rumah, tinggallah bersama kami lagi,” pinta Nathan. Lucas d

