Aleah terbangun dari tidurnya. Napasnya terengah-engah dan keringat membasahi seluruh tubuhnya. Mimpi itu datang lagi. Memori pada saat kejadian pahit itu terjadi berputar lagi di kepalanya. Ini tidak akan mengganggunya kan? Semuanya akan tetap berjalan normal kan? Jangan-jangan Andrew tahu bahwa Rachel adalah putrinya? Jangan-jangan dia akan mengambil Rachel darinya? Tetapi kalau itu terjadi Aleah akan pastikan Andrew harus melangkahi mayatnya dulu. *** Pagi-pagi Rafael sudah sampai di depan rumah Aleah, menjemputnya. Aleah melirik jam dipergelangan tangannya lalu mengecek ponsel. Tak ada kabar dari Lucas kalau pria itu akan menjemputnya ke pabrik. “Masih ingin menunggu?” tanya Rafael. Aleah menghela napas “baiklah kalau begitu, aku ikut denganmu tapi jangan turunkan aku di depan ger

