Bab 34 A Dream or Real

1736 Kata

            Rumah Tasya sudah ramai dengan kedatangan beberapa orang yang berwajah cemas. Wajah-wajah mereka terlihat tak percaya dan seperti meremehkan. Ya, semua tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh papa Tasya di telepon. Di antara mereka, kedua orang tua Arga yang langsung terbang dari Bali dan dijadwalkan sampai pukul 1 dini hari waktu Bandung. Lalu, ada Egi yang datang bersama Bianca. Egi bahkan masih memakai infus di tangannya. Mereka semua datang dengan perasaan seolah tak percaya.             Yang datang duluan ada Egi dan Bianca. Bia langsung berlari ke arah Natasya yang terbaring di sofa. Sementara itu, Egi langsung berlari memeluk abang asuhnya itu. Egidio sangat ingin meyakinkan bahwa abang kesayangannya itu selamat dan masih hidup hingga sekarang. Bia juga berulangkali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN