Iwan POV. “Aa….pulangnya gak bisa nanti aja ya?. Kan masih lama kita nikahannya?. Masih sebulan a” rengek Neneng saat aku susul ke kontrakan, karena dia tidak kunjung datang ke rumah orang tuaku. Sudah waktunya pulang kampung, masih aja merengek pulang nanti nanti. Padahal bukan aku tidak suka dia tetap dekat aku sebelum kami menikah. Tapi benar babeh sih, lebih baik Neneng berkumpul dengan keluarganya saat semua persiapan penikahan kami. Bukan apa, nantinya Neneng akan berada di Jakarta denganku tentunya. Dan supaya dia istirahat di kampung. Namanya perempuan mau jadi pengantin, pasti ada ritual yang harus di jalankan. Mau orang dengan berlatar belakang suku mana apa pun. Apalagi orang sunda. Juga untuk mencegah ketegangan yang mungkin tercipta dan berpotensi buat kami terkena sindrom p

