Neneng POV. Aduh…jadi diam gini. A Iwan pun seperti ikutan diam sepertiku. Tapi bedanya a Iwan tidak menunduk menghindari tatapan bapak dan mamaku. “Iya pak…saya suka nginep di sini, kalo pas kemalaman pulang. Trus kadang kasihan Neneng sendirian di sini. Kenapa memangnya pak?” jawab a Iwan bersuara. Terdengar helaan nafas bapak karena terdengar berat. “Tapi aman kok Neneng, saya beneran tidur. Ya…peluk peluk sih dikit sama cium Neneng sebelum tidur, kan pacaran….” “AA!!” jedaku pada a Iwan. Malah ngaku semuanya. Apa kata bapak sama mamaku nanti??. Ya Tuhan, punya pacar kenapa mulutnya gak bisa di tutup sedikit aja. “Kenapa?. Mau bohong?. Memang bapak kamu anak kecil. Udah terlanjuran bapak tau. Dan dari pada mikir macam macam aku nginep di sini, lebih baik jujur apanya. Dan karena

