Neneng POV. “Udah cepat pakai pembalutnya, terus mandi” kata a Iwan begitu kembali dengan pembalut yang aku minta. “Memang mau kemana cepat cepat a?” tanyaku menjeda langkah berbaliknya. “Gak kemana mana Neng, ya tidur, udah malam, nanti kamu masuk angin mandi terlalu malam” jawabnya. Benar juga. “Iya a” jawabku masuk kamar mandi juga. Kok wajahnya a Iwan kelihatan kesal ya?. Apa karena aku datang bulan ya?. Tapikan bukan aku yang mau datang bulan sekarang. Apa cape karena harus naik motor dulu untuk sampai ke rumah orang tuaku?. Gak tau deh, jadi bingung. Lebih baik cepat mandi terus menyusul a Iwan lagi. Tapi lalu buat aku kesal karena a Iwan malah udah tidur duluan. “AA!!” jedaku pada tidur a Iwan di balik bedcover. Masih belum terjaga juga. “Aa…” rengekku lagi menarik bedcove

