"Tidak semua yang kita harapkan menjadi tantangan, jadi berhentilah untuk berangan-angan sebelum kamu di kecewakan." *** Setelah pemakaman selesai, Kay langsung masuk ke kamarnya, ia melihat foto dirinya, Ayahnya, dan membiarkan. Kay terlihat sangat bahagia di foto itu, ia merindukan kehangatan dari kesejahteraan. Kay menoleh saat seseorang mengetuk pintu kamarnya, ia menyuruhnya langsung masuk. Ternyata itu Arka, karena kesedihannya ia lupa kalau ia datang bersama Arka. "Kak Arka?" "Lo udah tenang kan? Gue ikut berduka cita ya." Ucap Arka sambil duduk di sebelah Kay. "Makasih Kak, maaf ya karena terlalu sedih gue jadi lupain elo." Arka terkekeh. "Iya gapapa gue paham kok, oh ya lo mau langsung pulang ke Jakarta atau di Bandung?" "Kayanya aku di Bandung dulu deh kak." "Oh gitu ya,

