"Per-permisi! Biarkan saya melihatnya!" Versa berusaha sekuat tenaga untuk menerobos kerumunan, namun sepertinya itu hal yang sulit. Pertandingannya sudah berlangsung lumayan lama dari yang ia perkirakan, kerumunan orang sudah semakin menjadi. Versa tak tahu apakah Fergus telah selesai atau belum dalam pertandingan itu. "Nona, lewat sini." Mendengar sebuah suara bisikan, Versa kemudian merasa ujung jubahnya ditarik oleh seseorang. Ketika ia menoleh ke belakang, seorang anak kecil dengan mata semerah delima menangkap pandangannya. Itu anak yang sudah Versa lihat tadi. Ia tak menduga akan bertemu anak itu lagi. Anak kecil itu menatap Versa dengan datar. Meskipun tubuhnya kecil, tatapannya itu sudah layaknya orang dewasa yang telah melihat segala hal di dunia ini. Entah mengapa, Versa

